Kamis, 03 Januari 2013

Konsep Pecahan

Pengertian Pecahan dan Pemahaman Konsep Pecahan


       Pecahan adalah sebagian dari sesuatu yang utuh. Dalam ilutrasi gambar, bagian yang dimaksud adalah bagian yang biasanya ditandai dengan arsiran. Bagian inilah yang dinamakan pembilang. Adapun bagian yang utuh adalah bagian yang dianggap sebagai satuan, dan dinamakan penyebut.
 5/8
  Pemahaman Konsep Pecahan
Kegiatan mengenal konsep pecahan akan lebih berarti bila didahului dengan soal cerita yang menggunakan obyek-obyek nyata misalnya buah : apel, sawo, tomat, atau kue: cake, apem, dan lain-lain. Peraga  selanjutnya dapat berupa daerah-daerah bangun datar beraturan misalnya persegi, persegipanjang, atau lingkaran yang akan sangat membantu dalam memperagakan konsep pecahan. Pecahan ½ dapat diperagakan dengan cara melipat kertas berbentuk lingkaran atau persegi, sehingga lipatannya tepat menutupi satu sama lain. Selanjutnya bagian yang dilipat dibuka dan diarsir sesuai bagian  yang dikehendaki, sehingga akan didapatkan gambar daerah yang diarsir seperti di bawah ini.
         Selain itu  Heruman (2008:44) juga mengemukakan contoh pemahaman konsep pecahan sebagai berikut:
a. Media yang diperlukan
1)      Kertas yang berbentuk lingkaran atau persegi panjang.
2)      Berbagai benda yang dapat dipotong-potong.
b.   Kegiatan Pembelajaran
1) Guru memberikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari (Kontekstual) yang berkaitan dengan pecahan 1/2 seperti:
Susi mempuyai sepotong kue.
    Kue tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama dengan adiknya. 
    Adiknya mendapat ,…   bagian.

 di bagi 2  
2)      Untuk peragaan dengan kertas dalam pengenalan pecahan 1/2, siswa menyediakan kertas berbentuk persegi panjang, lalu kertas tersebut dilipat menjadi dua bagian yang sama. Berilah garis bekas lipatan dan arsir salah satu bagian lipatan.
3)      Siswa kemudian diberi serangkaian pertanyaan:
a)    Berapa bagian kertas yang dilipat? 
( Jawaban yang diharapkan: 2 bagian )
b)   Berapa bagian kertas yang diarsir?
 (Jawaban yang diharapkan: 1 bagian)
c)    Berapa bagian kertas yang diarsir dari semua bagian? (Jawaban yang diharapkan: 1 dari 2)
     apabila ditulis dalam bentuk pecahan: 1/2
Read More … Konsep Pecahan

Rabu, 02 Januari 2013

Kubus

Pengertian Kubus

Kubus merupakan salah satu bentuk bangun ruang atau dimensi tiga. Kubus merupakan sebuah bangun ruang atau dimensi tiga yang semua sisinya berbentuk persegi dan semua rusuknya sama panjang. Coba kita perhatikan gambar berikut:
Gambar diatas dinamakan kubus ABCD.EFGH. Dari gambar diatas tampak bahwa kubus memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
  • Sisi/Bidang kubus merupakan datar yang membatasi kubus. Kubus memiliki 6 buah sisi yang semuanya berbentuk persegi, yaitu sisi bawah = ABCD, sisi atas = EFGH, sisi depan (ABFE), sisi belakang= CDHG, sisi kanan = ADHE, dan sisi kiri = BCGF.
  • Rusuk merupakan garis potong antara dua sisi bidang kubus. Kubus memiliki 12 buah rusuk, yaitu AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan DH.
  • Titik Sudut merupakan titik potong antara tiga rusuk. Kubus ABCD. EFGH memiliki 8 buah titik sudut, yaitu titik A, B, C, D, E, F, G, dan H.
  • Diagonal Bidang merupakan garis yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu sisi/bidang. Pada kubus ABCD.EFGH terdapat 8 buah titik sudut yaitu : A, B, C, D, E, F, G, H.
  • Diagonal ruang merupakan HB yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu ruang. Terdapat empat diagonal ruang yang sama panjangnya dan saling berpotongan di tengah-tenagh yaitu AG = BH = CE = DF.
  • Bidang diagonal merupakan bidang yang dibentuk oleh dua diagonal bidang dan dua rusuk yang saling sejajar. Terdapat 6 buah bidang diagonal yaitu : ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE.

Sifat-sifat Kubus

Kubus memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  • Semua sisi merupakan persegi
  • Semua rusuk sama panjang
  • Semua diagonal bidang sama panjang
  • Semua diagonal ruang sama panjang
  • Semua bidang diagonal berbentuk persegi panjang.

Jaring-jaring kubus

Jaring-jaring kubus dibentuk dari 6 buah persegi yang apabila dirangkaikan akan membentuk suatu kubus. Ada beberapa macam bentuk jaring-jaring kubus, diantaranya tampak seperti gambar berikut.

Rumus-rumus Kubus

1. Volume kubus

Pada dasarnya untuk mencari volume suatu bidang ruang digunakan rumus
Volume = Luas alas x tinggi
Dimana luas alas kubus adalah persegi dan panjang sisi alasnya sama dengan tinggi kubus
Sehingga:
volume kubus = panjang rusuk x panjang rusuk x panjang rusuk
= s x s x s
= s3
Jadi, volume kubus dapat dinyatakan sebagai berikut.

2. Luas Permukaan

Untuk mencari luas permukaan kubus, kita akan menghitung luas jaring-jaring kubus yang berjumlah 6 buah persegi yang sama besar dan kongruen. Sehingga :
Luas permukaan kubus = luas jaring-jaring kubus
= 6 x (s x s)
= 6 x s^2
= 6s^2
Jadi, luas permukaan kubus dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.
Read More … Kubus